Jumat, 08 Januari 2021

 SENYAWA ALKOHOL

Pengertian Alkohol

Alkohol merupakan senyawa hidrokarbon yang memiliki gugus fungsi -OH. Dapat pula dinyatakan bahwa alkohol adalah senyawa-senyawa dimana satu atau lebih atom hidrogen dalam sebuah alkana digantikan oleh sebuah gugus -OH. Alkohol memiliki ikatan yang mirip air. Alkohol terdiri dari molekul polar. Dalam senyawa alkohol, oksigen mengemban muatan negatif parsial.

Dalam ilmu kimia, alkohol atau alkanol adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (–OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan atau atom karbon lain.


Rumus Umum Alkohol

Senyawa alkohol atau alkanol dapat dikatakan senyawa alkana yang satu atom H–nya diganti dengan gugus –OH (hidroksil). Sehingga seperti terlihat pada tabel 4.1 rumus umum senyawa alkohol adalah R–OH dimana R adalah gugus alkil.

Jadi, rumus kimia umum alkohol yaitu:  R - OH

Di mana R = alkil = CnH2n+1 

sehingga rumus senyawa alkohol dapat ditulis  CnH2n+1OH

Contoh : 

CH4-OH  , untuk n=1

C2H5-OH, untuk n=2

C3H7-OH, untuk n=3

C4H9-OH

C5H11-OH, dst


C. Tata Nama Senyawa Alkohol

Ada dua cara penamaan senyawa alkohol yaitu :

1. Nama menurut IUPAC (International Unit of Pure & Applied Chemistry : Alkan + ol

2. Nama Trivial : Alkil + alkohol


Tata Nama Alkohol menurut IUPAC

1. Tentukan rantai utama

yaitu rantai karbon terpanjang yang mengandung gugus –OH

IUPAC 1

Selanjutnya rantai utama diberi nama sesuai dengan nama alkananya, tetapi akhir huruf diganti dengan ol.

Contohnya, butana menjadi butanol, pentana menjadi pentanol .


2. Penomoran dimulai dari atom C ujung yang terdekat dengan gugus –OH. 

IUPAC 2


3. Senyawa alkohol yang memiliki gugus alkil dalam rantai utama, gugus alkil tersebut harus memperoleh nomor yang kecil.

IUPAC 3

Jika pada suatu rantai alkohol terdapat lebih dari satu gugus alkil yang berbeda dan gugus –OH terikat pada atom C dengan posisi yang ekuivalen dari kedua ujung rantai utama, penomoran dilakukan dengan menempatkan gugus alkil yang lebih besar pada atom C dengan nomor yang lebih kecil.

IUPAC 4

4. Urutan penulisan cabang alkil dilakukan sesuai dengan urutan abjad


Nama senyawa : Nomor&nama cabang + nomor OH + nama rantai utama+ ol


Tata Nama Alkohol secara Trivial

Pada tata nama alkohol cara trivial ini, urutan penulisan cabang alkil dilakukan dengan urutan panjang rantai alkil (metil, etil, propil dan seterusnya). Perhatikan contoh berikut :

Trivial


Contoh :                    nama IUPAC            nama Trivial             

CH4-OH                    metanol                    metil alkohol

C2H5-OH                  etanol                       etil alkohol

C3H7-OH                  propanol                   propil alkohol

C4H9-OH                  butanol                     butil alkohol

C5H11-OH                pentanol                    pentil alkohol


Jenis-Jenis Alkohol

Berdasarkan jenis atom C yang mengikat gugus –OH, alkohol dibedakan atas alkohol primer, alkohol sekunder, dan alkohol tersier.

1. Alkohol Primer

Alkohol primer adalah alkohol dengan gugus –OH terikat pada atom C primer.

Contoh :

CH3–CH2–CH2–CH2–OH
butanol
CH3–CH2–CH2–OH
propanol

2. Alkohol Sekunder

 Alkohol sekunder adalah alkohol dengan gugus –OH terikat pada atom C sekunder.

Contoh :
alkohol sekunder

Gugus –OH selalu diikat oleh CH. Oleh karena itu, secara umum rumus struktur dari alkohol sekunder adalah seperti berikut.
rumus struktur dari alkohol sekunder

3. Alkohol Tersier

Alkohol tersier adalah alkohol dengan gugus –OH terikat pada atom C tersier.

Contoh :
alkohol tersier
Gugus –OH selalu diikat oleh C. Oleh karena itu secara umum rumus struktur dari alkohol tersier adalah seperti berikut.
rumus struktur dari alkohol tersier
alkohol tersier
Gugus –OH selalu diikat oleh C. Oleh karena itu secara umum rumus struktur dari alkohol tersier adalah seperti berikut.
rumus struktur dari alkohol tersier

Uji Alkohol

Pertama-tama harus dipastikan bahwa larutan yang akan di uji benar-benar alkohol dengan cara menguji keberadaan gugus -OH di dalam larutan.


Juga perlu menentukan bahwa cairan tersebut adalah cairan netral, bebas dari air sehingga bereaksi dengan fosfor(V) klorida menghasilkan asap-asap hidrogen klorida yang mengandung air.


Selanjutnya tambahkan beberapa tetes alkohol ke dalam sebuah tabung uji yang mengandung larutan kalium dikromat (VI) yang telah diasamkan dengan asam sulfat encer. Tabung tersebut akan dipanaskan di sebuah penangas air panas.


Hasil untuk masing-masing jenis alkohol, antara lain:

Penelusuran

profile

Faris Rasyid ๐Ÿ‘‰ Baak Gunadarma ๐Ÿ‘ˆ ๐Ÿ‘‰ Student site ๐Ÿ‘ˆ ๐Ÿ‘‰Fakultas Teknologi industri๐Ÿ‘ˆ